Senin, 25 Juni 2012

MySQL adalah sebuah perangkat lunak iasm manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. 


Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta iasm atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael “Monty” Widenius


Relational Database Management System


MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu iasm database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL ias sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.


Keistimewaan MySQL


MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :

1.Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.

2.Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.

3.'Multiuser'. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

4.'Performance tuning'. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

5.Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.

6.Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).

7.Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.

8.Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

9.Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).

10.Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.

11.Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).

12.Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.

13.Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle


Minggu, 24 Juni 2012


PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

PPh pasal 21 mengatur tentang pembayaran pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan.
Pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri wajib dilakukan oleh:
a. pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai;
b. bendahara pemerintah yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan;
c. dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apa pun dalam rangka pensiun;
d. badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas; dan
e. penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan.
Wajib pajak PPh pasal 21 adalah penerima penghasilan  yang meliputi: pejabat negara, PNS, Pegawai, pegawai tetap, pegawai lepas, penerima pensiun, penerima honorarium dan penerima upah (upah harian, mingguan , upah borongan, dan upah satuan).

Tidak termasuk wajib pajak PPh pasal 21:
Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat  dengan syarat : bukan WNI, tidak memperoleh penghasilan diluar jabatannya, negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik
Pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana keputusan Menteri Keuangan, syarat: bukan WNI, tidak menjalankan usaha atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia.

Obyek PPh pasal 21
Penghasilan yang dikenakan pemotongan PPh pasal 21:
Penghasilan yang diterima secara teratur seperti: gaji, uang pensiun, upah, tunjangan anak, tunjangan jabatan, tunjangan istri, premi asuransi yang dibayar pemberi kerja, tunjangan pajak, tunjangan iuran pensiun dll.
Penghasilan yang diterima secara tidak teratur seperti jasa produksi, tantiem, gratifikasi, tunjangan cuti, tunjangan hari raya, bonus, tunjangan tahun baru dan penghasilan sejenis lainnya  yang sifatnya tidak tetap.
Upah harian, upah mingguan, upah borongan, upah satuan
Uang tebusan pensiun, uang THT atau jaminan hari tua, uang pesangon dan pembayaran lainnya sejenis.
Honorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan yang berkaitan dengan pekerjaan, komisi, bea siswa dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan yang dilakukan WP dalam negeri: Tenaga ahli, pemain musik, oalgragawan, pengajar, penasehat, penceramah, agen iklan, petugas penjaja barang, distributor multilevel marketing dll.

Gaji dan tunjangan lain yang terkait dengan gaji yang diterima PNS dan pejabat negara.
Uang pensiun  dan tunjangan-tunjangan lain yang terkait dengan  uang pensiun.
Penerima dalam bentuk natura dan kenikmatan lainnya dengan nama apapun yang diberikan oleh bukan wajib pajak atau wajib pajak yang padanya dikenakan PPh yang bersifat final dan PPh berdasarkan NPPN.
Pengecualian dari Obyek PPh pasal 21:
Pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna dan asuransi bea siswa
Penerima dalam bentuk natura dan kenikmatan yang diberikan (untuk daerah-daerah terpencil) kecuali yang disebutkan pada point no 8 diatas
Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan Menteri Keuangan, iuran THT kepada Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja
Penerimaan dalam bentuk natura  dan kenikmatan lainnya dengan nama apapun yang diberikan oleh pemerintah
Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung oleh pemberi kerja
Pembayaran THT-Taspen dan THT-Asabri dari PT Taspen dan PT Asabri kepada para pensiunan yang berhak menerima
Zakat yang diterima oleh pribadi yang berhak menerima dari badan atau lembaga amil

Cara Perhitungan PPh Pasal 21
A. Pegawai tetap
Bagi pegawai tetap untuk menentukan besarnya penghasilan kena pajak sebagai berikut:
            PKP = Penghasilan Bruto – Biaya Jabatan – iuran yang terikat pada gaji – PTKP
Biaya Jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto (setinggi-tingginya Rp 6.000.000,00 pertahun atau Rp.500.000,00 perbulan)
Iuran yang terikat pada gaji kepada dana pensiun yang disetujui Menteri Keuangan dan penyelenggara Taspen serta iuran THT kepada Jamsostek yang dibayar oleh para pegawai
Besarnya penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

B. Pegawai Tidak Tetap, pemagang dan calon pegawai
Penentuan besarnya penghasilan kena pajak adalah jumlah penghasilan bruto dikurangi PTKP yang sebenarnya.

C. Penerima Pensiun
Untuk mencari penghasilan kena pajak terlebih dahulu penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto (setinggi-tingginya Rp 2.400.000,00 pertahun atau Rp.200.000,00 perbulan) dan dikurangi dengan PTKP yang sebenarnya.

D. Pegawai yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan dan uang saku harian
Untuk mencari Penghasilan kena pajak yaitu penghasilan bruto dikurangi dengan PTKP  mulai tahun 2009 Rp 150.000,00 per hari, . Pengurangan PTKP tersebut diterapkan atas penghasilan bruto selama penghasilan brutonya mulai 2009 tidak melebihi Rp 1.320.000,00 atau tidak dibayarkan secara bulanan atau penerima bukan pegawai tetap. Mulai tahun 2009 Rp 15.840.000,00 pertahun maka besarnya PTKP yang dapat dkurangkan untuk satu hari adalah sesuai dengan jumlah PTKP sebenarnya dibagi 360 hari. Jika penghasilan tersebut dibayarkan secara bulanan atau penerima penghasilan adalah pegawai tetap maka besarnya PTKP yang dapat dikurangkan adalah PTKP yang sebenarnya.

E. Penerima Bea Siswa
Bea siswa yang dibayarkan kepada pegawai tetap dan tidak tetap termasuk calon pegawai yang ditugaskan oleh pemberi kerja untuk mengikuti program pendidikan yang terikat kontrak, untuk menghitung penghasilan kena pajak adalah penghasilan bruto berupa beasiswa dikurangi dengan PTKP yang sebenarnya.

F. Uang tebusan pensiun, Jaminan hari tua atau tunjangan hari tua (THT), Uang pesangon dan pembayaran lain sejenis yang dibayarkan sekaligus
Pemotongan PPh pasal 21 atas penghasilan berupa uang pesangon, uang tebusan pensiun dan tunjangan hari tua telah diatur dalam keputusan Menteri Keuangan No.112/KMK03/2001  dengan tarif pemotongan sebagai berikut:
Penghasilan bruto sampai dengan Rp 25.000.000,00 dikecualikan dari pemotongan pajak
Penghasilan bruto di atas Rp 25.000.000, sampai dengan Rp 50.000.000,00 sebesar 5%
Penghasilan bruto di atas Rp 50.000.000, sampai dengan Rp 100.000.000,00 sebesar 10%
Penghasilan bruto di atas Rp 100.000.000, sampai dengan Rp 200.000.000,00 sebesar 15%
Penghasilan bruto di atas Rp 200.000.000, sebesar 25%
Penghasilan tersebut diatas yang dibayarkan sekaligus dipotong pajak penghasilan yang bersifat final oleh pihak-pihak yang membayarkan.

G. Atas Penghasilan berupa Honorarium atau komisi  yang dibayarkan kepada penjaja barang dan petugas dinas luar asuransi dipotong PPh bersifat final sebesar 5% jumlah bruto.
Tarif pajak PPh pasal 21 seperti yang tercantum dalam pasal 17 UU No. 36 tahun 2008

Contoh Perhitungan PPh pasal 21
1. Tuan Abdillah bekerja pada PT Bima selama tahun 2009 menerima gaji sebulan Rp 1.800.000,00 perbulan dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 60.000,00 perbulan dan membayar iuran THT 1% perbulan dari gaji pokok. PT Bima masuk program ASTEK, iuran asuransi kecelakaan dan kematian ditanggung oleh pemberi kerja masing-masing Rp 50.000,00 dan Rp 20.000,00 perbulan. Tuan Abdillah sudah beristri dan mempunyai 2 anak. Berapa PPh   pasal 21 yang harus dipotong oleh PT. Bima atas penghasilan Tuan Abdillah
Jawaban
Gaji sebulan                                                                Rp       1.800.000,00
Iuaran asuransi kecelakaan kerja                                 Rp            50.000,00
Iuran asuransi kematian                                              Rp            20.000,00  +
Penghasilan bruto                                                        Rp       1.870.000,00
Pengurangan:
Biaya Jabatan 5% X 1.870. 000          Rp       93.500,00
Iuran pensiun                                      Rp       60.000,00
Iuran THT 1% X 1.870.000                Rp       18.700,00   +
Jumlah Pengurang                                                       Rp          172.200,00   -
Penghasilan neto sebulan                                            Rp       1.697.800,00
Penghasilan neto setahun 12 X 1.697.800,00             Rp       20.373.600,00
PTKP setahun (K/2)
Untuk wajib pajak                               Rp 15.840.000,00
Tambahan Wajib pajak kawin Rp   1.320.000,00
Tanggungan 2  orang                          Rp   2.640.000,00  +
Total PTKP setahun                                                    Rp       19.800.000,00      -
Penghasilan kena pajak (PKP)                                    Rp       573.600,00
PPh pasal 21 terutang 5% X  573.600,00                   Rp          28.680,00
PPh pasal 21 perbulan   28.680,00: 12                        Rp             2.390,00
2. PT. Kumatex bergerak dalam bidang textile, untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan PT. Kumatex mengikuti program Jamsostek dan program pensiun pada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan Menteri Keuangan. Dalam tahun 2009 telah membayar gaji dan imbalan lain baik untuk pegawai tetap maupun kepada bukan pegawai tetap diantaranya:

a.       Huda status kawin menanggung 2 anak (K/2). Dalam tahun 2009 memperoleh gaji perbulan Rp 3.000.000,00, tunjangan transport Rp 450.000,00, tunjangan makan Rp 450.000,00, premi asuransi kecelakaan kerja dan asuransi kematian yang dibayar oleh pemberi kerja masing-masing Rp 30.000,00, dan Rp 18.000,00, serta iuran THT dan iuran pensiun yang dibayar pemberi kerja masing-masing  Rp 150.000,00 dan Rp 120.000,00. sedangkan Huda membayar sendiri untuk iuran THT sebesar Rp 75.000,00 dan iuran pensiun sebesar Rp 60.000,00.
Hitunglah PPh pasal 21 yang harus dipotong perbulan

b.      Huda pada bulan Nopember 2009 memperoleh tunjangan hari raya dari PT. Kumatex sebesar Rp 6.000.000,00. Berapa PPh pasal 21 yang harus dipotong dari THR

c.       Terhitung mulai tanggal 1 Juli Huda mendapatkan kenaikan gaji menjadi Rp 3.500.000,00 perbulan, namun surat keputusan kenaikan gaji tersebut baru dikeluarkan pada bulan Desember 2009, kekurangan gaji bulan Juli sampai dengan Nopember 2009 diterima rapel pada bulan Desember. Data untuk tunjangan dan iuran pensiuan, THT dsn asuransi sama seperti diatas. Hitunglah PPh pasal 21 atas uang rapel tersebut

d.      Dalam bulan desember 2008 PT. Kumatex  membayar honorarium  jasa konsultan Dra. Nastiti sebesar Rp 35.000.000,00. Hitunglah PPh pasal 21 yang harus dipotong

e.       Pada bulan desember 2008 PT. Kumatex membayar honorarium komisi penjualan sebesar Rp 35.000.000,00 kepada Erawati selaku penjaja barang (penjual). Hitunglah PPh pasal 21 yang harus dipotong atas komisi tersebut.

Jawabannya:
a.  Gaji sebulan                                                            Rp       3.000.000,00
Tunjangan makan                                                  Rp          450.000,00
Tunjangan Transport                                             Rp          450.000,00
Iuaran asuransi kecelakaan kerja                           Rp            30.000,00
Iuran asuransi kematian                                        Rp            18.000,00  +
Penghasilan bruto                                                  Rp       3.948.000,00
Pengurangan:
Biaya Jabatan 5% X 3.948.000                 Rp       197.400,00
Iuran pensiun                                            Rp         60.000,00     
Iuran THT                                                 Rp          75.000,00  +
Jumlah Pengurang                                                 Rp          332.400,00   -
Penghasilan neto sebulan                                      Rp         3.615.600,00
Penghasilan neto setahun 12 X 3.615.600                    Rp           43.387.200,00
PTKP setahun (K/2)
Untuk wajib pajak                         Rp  15.840.000,00
Tambahan Wajib pajak kawin       Rp    1.320.000,00
Tanggungan 2  orang                    Rp    2.640.000,00  +
Total PTKP setahun                                                          Rp       19.800.000,00      -
Penghasilan kena pajak (PKP)                                          Rp       23.587.200,00
5% X  23.587.200,00              Rp       1.179.360,00
PPh pasal 21 terutang                                           Rp       1.179.360,00
PPh pasal 21 perbulan 1.179.360,00 : 12              Rp          98.280,00
b. PPh pasal 21 atas THR
Gaji setahun                                                          Rp       36.000.000,00
Tunjangan makan                                                  Rp         5.400.000,00
Tunjangan Transport                                             Rp         5.400.000,00
Iuaran asuransi kecelakaan kerja                           Rp            360.000,00
Iuran asuransi kematian                                        Rp            216.000,00  +
Penghasilan bruto                                                  Rp       47.376.000,00
Tunjangan Hari Raya                                            Rp         6.000.000,00  +
Total penghasilan                                                  Rp       53.376.000,00
Pengurangan:
Biaya Jabatan 5% X 53.376.000,00          Rp       2.668.800,00
Iuran pensiun  (60.000 x 12)                     Rp         720.000,00   
Iuran THT ( 75.000 x 12)                         Rp         900.000,00 +
Jumlah Pengurang                                                 Rp          4.288.800,00   -
Penghasilan neto sebulan                                      Rp         49.087.200,00
PTKP setahun (K/2)
Untuk wajib pajak                         Rp  15.840.000,00
Tambahan Wajib pajak kawin       Rp    1.320.000,00
Tanggungan 2  orang                    Rp    2.640.000,00  +
Total PTKP setahun                                                          Rp       19.800.000,00      -
Penghasilan kena pajak (PKP)                                          Rp         29.287.200,00
5% X  29.287.200,00              Rp       1.464.360,00
PPh pasal 21 terutang                                           Rp       1.464.360,00
PPh atas THR       = Rp 1.464.360,00 - 1.179.360,00
                              = Rp 285.000,00

c. PPh Pasal 21 atas uang Rapel
Gaji sebulan                                                          Rp       3.500.000,00
Tunjangan makan                                                  Rp          450.000,00
Tunjangan Transport                                             Rp          450.000,00
Iuaran asuransi kecelakaan kerja                           Rp            30.000,00
Iuran asuransi kematian                                        Rp            18.000,00  +
Penghasilan bruto                                                  Rp       4.448.000,00
Pengurangan:
Biaya Jabatan 5% X 4.448.000                 Rp       222.400,00
Iuran pensiun                                            Rp         60.000,00   
Iuran THT                                                 Rp         75.000,00 +
Jumlah Pengurang                                                 Rp          357.400,00   -
Penghasilan neto sebulan                                      Rp         4.090.600,00
Penghasilan neto setahun 12 X 4.090.600,00                   Rp       49.087.200,00
PTKP setahun (K/2)
Untuk wajib pajak                         Rp  15.840.000,00
Tambahan Wajib pajak kawin       Rp    1.320.000,00
Tanggungan 2  orang                    Rp    2.640.000,00  +
Total PTKP setahun                                                          Rp       19.800.000,00      -
Penghasilan kena pajak (PKP)                                          Rp       29.287.200,00
5% X   29.287.200,00             Rp       1.464.360,00
                              PPh pasal 21 terutang             Rp       1.464.360,00
PPh pasal 21 perbulan 1.464.360,00: 12               Rp       122.030

PPh pasal 21 setelah kenaikan gaji (Juli – Nop)    = 5 X Rp 122.030,00 =     Rp 610.150
PPh pasal 21 sebelum kenaikan gaji (Juli – Nop) = 5 X Rp 98.280,00    =    Rp  491.400  -
PPh pasal 21 uang rapel                                                                              Rp     118.750,00

d. PPh pasal 21 Honorarium (konsultan)
                  =50% (NPPN) X 15% (tarip PPh) X 35.000.000
                  = Rp 2.625.000,00

e. PPh pasal 21 yang harus dipotong penjaja barang
      Tarif pasal 17 X penghasilan bruto
      5%   X  25.000.000     = Rp 1.250.000,00
      10% X  10.000.000     = Rp 1.000.000,00  +
                                             Rp 2.250.000,00

3.      Bejo, selama bulan Agustus 2010 bekerja pada PT. Nusantara dengan menerima upah secara harian Rp 200.000,00 perhari. Hitunglah PPh pasal 21
a. Jika Bejo selama bulan agustus hanya bekerja 1 hari
Upah perhari                                                   Rp 200.000,00
            PTKP harian                                                          150.000,00  -
            PKP                                                                        50.000,00
            PPh Pasal 21 Rp 50.000,00 X 5% = Rp 2.500,00 X 1 hari = Rp 2.500,00

b. Jika upah diterima akhir bulan Agustus 2010 dan penghasilan lebih dari Rp 1.320.000,00 perbulan
Upah perhari                                                   Rp 200.000,00
PTKP 1 tahun:
Wajib pajak     Rp 15.840.000,00
PTKP perhari  1/360 X Rp 15.840.000,00=   Rp 44.000,00  –
            PKP sehari                                          Rp 156.000,00
PPh pasal 21 = 5% X Rp Rp 156.000,00        = Rp 7.800,00 perhari

Sumber: Modul Perpajakan Politeknik Negeri Semarang (administrasi Bisinis)
 
Pada posting saya sebelumnya saya sudah membahas cara membuat tabel di html sekarang kita melanjutkan ke tahap berikutnya adalah membuat form. Formulir sering digunakan untuk membuat rtanyaan atau komentar bagi pengunjung web atau blog. Form ini juga bisa diberi variasi warna sesuai yang Anda sukai. Saya akan membahas cara membuat beberapa form yaitu form input, form checkbox dan form radio.
     1.  Form Input 

<html>
<head>
   <title> Belajar membuat Form </title>
</head>
<body>
<form>
 Nama :<input name="realname">
 <br>
 Usia  :<input usia="usia">
 <br>
 Alamat : <input alamat="alamat"> 
</form>
</body>
</html>
2   2. Form checkbox
           Form checkbox adalh form yang dapt diisi beberapa jawaban. berikut tampilan dan cara membuat for checkbox

<html>
<head>
   <title> Belajar membuat Form </title>
</head>
<body>
<form>
<b>3. Jika kami melakukan pembaruan tampilan website <br>
  bagian apa yang harus kami ganti/tambah?</b>
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Tambilan Header
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Penyusunan artikel
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Katalog
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Buku tamu
<br>
lainnya<input lainnya="lain">
</form>
</body>
</html>
      3. Form Radio
              Form radio adalah form yang hanya dapat diisi salah satu saja. berikut tampilan form radio dan cara membuatnya.


<html>
<head>
   <title> Belajar membuat Form </title>
</head>
<body>
<form>
<b>2. Bagamaimana pendapat anda tentang website kami?</b>
<br>
<input name="tampilan" type="radio">Tidak Menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio">kurang menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio"> Menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio">Sangat Menarik
</form
</body>
</html>
4. Membuat tombol Submit Dan Clear
 
Ketika membuat sebuah form kita akan memiliki tombol untuk mengirimkan dan reset. 
baiklah berikut cara untuk membuat tombol clear dan submit pada sebuah form html.

<html>
<head>
   <title> Belajar membuat Form </title>
</head>
<body>
<form>
 Nama :<input name="realname">
 <br>
 Usia  :<input usia="usia">
 <br>
  Alamat : <input alamat="alamat">
 <br>
<b>3. Jika kami melakukan pembaruan tampilan website <br>
      bagian apa yang harus kami ganti/tambah?</b>
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Tambilan Header
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Penyusunan artikel
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Katalog
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Buku tamu
<br>
<b>2. Bagamaimana pendapat anda tentang website kami?</b>
<br>
<input name="tampilan" type="radio">Tidak Menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio">kurang menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio"> Menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio">Sangat Menarik
<br>
<input value="Submit" type="submit"> <input value="Clear" type="reset">
</form>
</body>
</html>
5. Membuat tabel
Untuk mempercantik sebuah form dapat diberi warana sesuai keinginan.
<html>
<head>
   <title> Belajar membuat Form </title>
</head>
<body>
<form>
 <table bgcolor="#ffbf00" border="1" cellpadding="3" cellspacing="5">
  <tbody><tr>
  <td> Nama :&nbsp;<input name="realname"> </td>
  <td rowspan="5">&gt;&gt;&gt; Catatan Khusus Pengunjung &lt;&lt;&lt;
  <br>
  <textarea cols="25" rows="5" tabindex="4"> </textarea>
  </td>
  </tr>
  <tr>
  <td> Email &nbsp;:&nbsp;<input name="email"> </td>
  </tr>
  <tr>
  <td> Usia &nbsp;&nbsp;:
    <select>
      <option selected="selected">
      </option><option value="us"> 10th - 15 th
      </option><option value="us"> 16th-20th
      </option><option value="us"> 20th-25th
      </option><option value="us"> 25th-30th
      </option><option value="us"> 35th-40th
      </option><option value="us"> 45th-25th
      </option><option value="us"> &gt; 50 th
   </option></select>
 </td></tr></tbody></table>
</form>
<table bgcolor="#ffbf00" border="1" cellpadding="3" cellspacing="5">
<tr>
<td>
<form>
<b>1. Jenis Kelamin</b>
<br>
<input name="jk" type="radio"> Laki-Laki
<input name="jk" type="radio"> Perempuan
<br>
<b>2. Bagamaimana pendapat anda tentang website kami?</b>
<br>
<input name="tampilan" type="radio">Tidak Menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio">kurang menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio"> Menarik
<br>
<input name="tampilan" type="radio">Sangat Menarik
<br>
<b>3. Jika kami melakukan pembaruan tampilan website <br>
  bagian apa yang harus kami ganti/tambah?
</b>
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Tambilan Header
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Penyusunan artikel
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Katalog
<br>
<input name="pembaruan" type="checkbox"> Buku tamu
<br>
lainnya<input lainnya="lain">
<br>
<input value="Submit" type="submit"> <input value="Clear" type="reset">
</table>
</form>
</body>
</html>

KONSEP EKONOMI DIGITALEkonomi digital adalah suatu hal yang kompleks dan merupakan fenomena yang baru muncul terkait dengan aspek-aspek ekonomi mikro, ekonomi makro, dan teori organisasi dan administrasi. Ekonomi digital akan menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi beberapa dekade yang akan datang.
Konsep mengenai digital ekonomi pertama kali diperkenalkan Tapscott (1998), menjelaskan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrumen informasi dan pemrosesan informasi dan kapasitas komunikasi. Komponen ekonomi digital yang berhasil diidentifikasi pertama kalinya adalah industri TIK, aktivitas e-commerce antarperusahaan dan individu, distribusi digital barang-barang dan jasa-jasa, dukungan pada penjualan-penjualan barang-barang terutama sistem dan jasa-jasa yang menggunakan internet.
Sedangkan konsep ekonomi digital lainnya adalah digitalisasi informasi dan infrastruktur TIK (Zimmerman, 2000). Konsep ini sering digunakan untuk menjelaskan dampak global teknologi informasi dan komunikasi, tidak hanya pada internet, tetapi juga pada bidang ekonomi. Konsep ini menjadi sebuah pandangan tentang interaksi antara perkembangan inovasi dan kemajuan teknologi dan dampaknya pada ekonomi makro maupun ekonomi mikro. Ekonomi digital adalah sektor ekonomi meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya tergantung kepada teknologi digital.
Sebuah perkembangan ekonomi digital tidak lepas dari karakteristik/sifatnya yakni adanya penciptaan nilai, produk berupa efisiensi saluran distribusi, dan struktur berupa terjadinya layanan personal dan sesuai keinginan. Di Indonesia, sistem Bank Indonesia real time gross settlement (RTGS) yakni suatu sistem transfer elektronik antarpeserta dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika (real time), per transaksi secara individual, jumlahnya cukup signifikan banyaknya, yakni bergerak antara Rp3 triliun sampai Rp4 triliun per bulan. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai sebuah transaksi e-banking yang menjadi bagian dari pada ekonomi digital. Demikian pula dengan transaksi belanja e-banking untuk kartu ATM dan kartu debit per bulan pada 2007 meliputi antara Rp247 miliar sampai dengan Rp293 miliar per bulan. Transaksi kartu kredit via internet pun jumlahnya juga signifikan yakni bergerak antara Rp38 triliun sampai dengan Rp44 triliun per bulan.



CYBER MARKETING

Kesuksesan dalam bisnis dan promosi online bukanlah soal tebak-tebakkan atau kucing-kucingan atau hitung kancing. Tetapi ini melibatkan strategi dan taktik. Karena itu pada bagian ini akan dipaparkan banyak hal kepada Anda tentang strategi dan taktik yang seharusnya diimplementasikan ke dalam strategi online Anda.

Entah pengunjung situs web (web site) yang datang bermaksud untuk membeli, mempelajari sesuatu, atau untuk men-download atau apa saja, setiap pengunjung situs web berpotensi untuk menjadi pelanggan Anda. Oleh sebab itu tujuan Anda adalah membuat mereka terus ingat dan datang ke situs web (web site) Anda berkali-kali. Untuk bisa mencapai hal itu, situs web Anda harus memiliki sifat customer-centric.
Customer Centric– apa artinya?

"Customer-centric" artinya adalah menciptakan situs web yang berpusat pada keinginan dan kebutuhan si pengunjung. Para pebisnis yang telah berhasil menuai uang dari dunia maya menyadari bahwa situs web mereka harus menonjolkan manfaat bagi pengunjung dan memastikan bahwa si pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang unik, lain dari yang lain, dan itu adalah kunci pendorong penjualan, loyalitas, dan dapat menjadi pengiklan yang efektif dan baik dari mulut mereka.

Dengan pro aktif menganalisa kebutuhan, keinginan, serta manfaat yang dapat diberikan kepada mereka, Anda dengan demikian dapat memberikan hal yang lebih pada isi, penawaran pada situs web Anda.

Berikut ini merupakan kiat-kiat untuk mencapai sukses dalam Cyber Marketing (e-marketing):

Kiat #1
Pastikan bahwa situs web korporat Anda menyatakan dan menguraikan MANFAAT yang dapat diperoleh oleh pengunjung web Anda dan tersirat melalui isi, produk, atau jasa Anda.

Kiat #2
Berikan informasi yang lengkap dan akurat mengenai alamat, email dan telepon kepada para pengunjung web Anda.

Kiat #3
Kemaslah isi dari situs web Anda dengan teratur dan mudah dinavigasi. Tidak semua pengunjung mengerti istilah Anda atau istilah teknis yang Anda ketahui, atau istilah lain, mengingat penamaan dari kebanyakan situs web dibuat oleh orang IT sehingga bernada teknis dan terkesan seram dan tidak bersifat human being.

Kiat #4
Koreksi kembali penulisan situs web Anda jangan sampai terdapat kesalahan dalam hal tata bahasa dan ejaan atau kalimat yang sulit dimengerti dan homonim yang salah dieja.

Kiat #5

Buatlah penulisan di Web Anda secara menarik agar tidak membuat orang cepat bosan dan tidak mau membaca keseluruhannya atau sebagian besar. Ingat, hal ini lebih parah lagi kalau tulisan penjualan Anda tidak ada di situs web atau tulisan penjualan Anda tidak menggugah orang untuk bereaksi.

Cyber Branding through Cyber Marketing

Kiat #6

Berikan kemudahan bagi mereka agar dapat melakukan kontak dan memberikan umpan balik pada produk, jasa bisnis Anda. Anda harus selalu berminat pada apa yang diminati oleh pelanggan Anda. Jika Anda mengindari opini mereka, hal itu sama saja memberikan produk dan bisnis yang mereka tidak sukai.

Kiat #7
Berikan kemudahan kepada target market Anda untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kurangi sedapat mungkin informasi yang Anda inginkan dari pengunjung Anda dan kurangi juga langkah-langkah yang harus mereka lakukan hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kiat #8
Berikan kemudahan bagi para pengunjung untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka ajukan kepada anda.

Perbedaan antara E-COMMERCE dengan E-BUSINESS

Sumber: Difference Between e-business and e-commerce


Internet telah membuat interaksi bisnis menjadi multi-aspek. Sekarang orang bisa melakukan bisnis, seperti membeli sesuatu, bertransaksi, dan menjalankan fungsi-fungsi bisnis melalui internet. Konsumen dan pemilik/pengelola bisnis dapat mendapatkan dan melakukan apa yang mereka inginkan tanpa harus meninggalkan beranjak dari tempat duduk, selama terhubung dengan internet.

Istilah e-business dan e-commerce seringkali terlihat dan digunakan untuk proses yang sama. Namun demikian, meskipun berhubungan, keduanya memiliki arti yang berbeda. Awalan “e” berarti “elektronik”, yang berarti kegiatan atau transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik. Transaksi diadakan secara elektronik atau digital, sesuatu dibuat menjadi mungkin dengan pesatnya perkembangan komunikasi digital.
E-commerce berarti transaksi bisnis melalui internet di mana pihak-pihak yang terlibat melakukan penjualan atau pembelian. Transaksi yang dilakukan dalam e-commerce pada dasarnya melibatkan pengalihan (transfer) atau penyerahterimaan (handing over) kepemilikan dan hak atas produk atau jasa.
Secara teknis, e-commerce hanya merupakan bagian dari e-business karena, menurut definisi, e-business adalah semua transaksi bisnis online, termasuk penjualan secara langsung kepada konsumen (e-commerce), transaksi dengan produsen dan pemasok, dan interaksi dengan mitra bisnis. Pertukaran informasi via database terpusat juga dilakukan dalam e-commerce. Fungsi-fungsi bisnis hanya terbatas pada sumber daya teknologi.
E-commerce pada prinsipnya melibatkan pertukaran uang dalam transaksi. E-business, karena lebih luas, tidak terbatas pada transaksi yang bersifat keuangan (monetary). Semua aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, perancangan produk, manajemen pemasokan, dsb., tercakup
E-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya. Jadi, tentu saja, e-commerce merupakan bagian takterpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas, e-commerce merupakan kegiatan menjual dan membeli.
Ringkasan:
1. E-business lebih luas dalam lingkup dan e-commerce hanya merupakan satu aspek atau satu bagian dari e-business.
2. E-commerce hanya mencakup transaksi bisnis seperti membeli dan menjual barang dan jasa melalui internet.
3. E-commerce pada prinsipnya melibatkan perdagangan uang sedangkan dalam e-business, transaksi uang tidak diperlukan.
4. E-business melibatkan pemasaran, perancangan produk, evaluasi layanan konsumen, dll.

home screen cyanogenmod 9 beta 3 galaxy mini
home screen cyanogenmod 9 beta 3 galaxy mini
tampilan menu aplikasi cyanogenmod 9 beta 3
tampilan menu aplikasi cyanogenmod 9 beta 3
tampilan menu settings
tampilan menu settings
tampilan music player
tampilan music player
Review cyanogenmod 9 beta 3 (ics) galaxy mini :
-tampilan dari home screen, menu, music player, semuanya keren
-ada beberapa aplikasi yang gag bisa di restore dari TB, so harus nginstall aplikasi lagi
-belum termasuk google apps (tinggal install nanti)
-lumayan lemot
so far sih, custom rom ini bagus, apalagi tampilannya seperti ics. Nah apabila anda ingin mencobanya, ikuti tutorial di bawah ini.
Bahan :
1. Download custom rom cyanogenmod 9 beta 3 http://www.mediafire.com/?uj9xlx7gsbjuuja
Step :
1. Copy file yang sudah di download di atas ke sd card
2. flash cwm
3. boot ke cwm
4. mount and storage => format system
5. flash update file
6. wipe cache partition
7. wipe dalvik-cache
8. wipe battery stats
9.reboot

http://blogrenaldi.blogdetik.com/